Kamis, 24 Mei 2018

Jangan biarkan Cinta itu memudar .(FA)

Jangan biarkan cinta itu memudar
Dalam realita cinta kebanyakan orang mencintai pasangannya pada saat-saat pacaran dan awal pernikahan saja, atau yang di kenal dengan cinta mula-mula. Dalam wah 2:4 Tuhan mencela  jemaat di efesus karena meninggalkan kasih mula-mula. Tuhan mau kita semakin hari semakin lebih mengasihi Dia bukan seperti yang di lakukan oleh jemaat di efesus. Mari kita belajar dari pengalaman jemaat di efesus. Cinta mula-mula yang bagaimana yang dimaksud oleh Tuhan sehingga Tuhan mencela jemaat di efesus . sebelumnya kita mengurai setiap pelayanan yang di lakukan oleh jemaat efesus:
Ay 2 & 3 di sini kita melihat segalah perbuatan jemaat efesus :
1.Jemaat yang bekerja keras ( ay 2)
2.Jemaat yang tekun
3. Jemaat yang tidak mau kompromi dengan kejahaatan
4. Jemaat yang kritis terhadap ajaran-ajaran yang menyimpang.
5. Jemaat yang sabar (ay 3)
6. Jemaat yang mau memikul salib/ menderita karena nama Yesus.
7. Membenci ajaran-ajaran sesat (ay 6)
Jika kita melihat riwayat jemaat ini bukankah apa yang dilakukan adalah suatu hal yang sangat baik dan benar. Tetapi dalam ayat 4-5a firman Allah berkata: aku mencelah engkau bahkan di ayat 5a dikatakan betapa dalam engkau telah jatuh. Wow dari sini kita dapat simpulkan kesalahan yang dilakukan jemaat efesus suda sangat-sangat fatal. Mari kita baca ayat 7, nah disinilah inti persoalan dari jemaat di efesus, tidak dengar-dengaran terhadap pimpima RK. Kita harus mengerti sebagai orang Kristen kita harus di pimpin oleh RK (roma 8:25) tanpa pimpinan RK kita tidak akan mampu untuk menjadi pribadi yang benar-benar layak bagi Tuhan. jika kita setuju di pimpin oleh RK tentunya kita harus dengar-dengaran dan taat terhadap RK itu. karna RK yang lebih mengerti apa yang menjadi kehendak Allah (Yoh 16:13). Terkadang kita sama dengan apa yang di lakukan oleh jemaat efesus. Kita merasa keputusan-keputusan yang kita lakukan itu benar. Contoh (2 sam 6: 4-7) jika kita lihat tindakan yang di lakukan uza ini benar tetapi apakah di mata Tuhan benar? Tidak. Contoh berikutnya adalah:  Saul adalah salah satu contoh tokoh di alkitab yang melayani namun tidak dengar-dengaran terhadap intruksi Allah, dia merasa yang di lakukan itu benar. Tetapi kelancangan saul yang bertindak tanpa instruksi dari Tuhan adalah kesalahan besar. Dari sini kita dapat melihat apa yang menurut kita benar belum tentu menurut Tuhan benar. Itulah pentingnya kita dengar-dengaran  dan mau di pimpin oleh RK. Dari sini kita tarik kesimpulah bahwa setiap pelayanan yang di lakukan jemaat efesus adalah pelayanan yang radikal. Yang terlaksana atas ambisi atau keinginan sendiri,  tidak lagi atas pimpinan Roh kudus yang adalah pribadi Allah yang sudah pasti lebih memahami kehendak Bapa di dalam hidup kita.
Di aya 5b > Tuhan akan mengambil kaki Dian itu dari pada mu… kaki adalah  tempat tumpuhan yang memampukan kita berdiri. RK adalah pribadi yang memampukan kita untuk tetap setia mengikut kristus. Di sini FA berkata “Tuhan akan mengambil kaki Dian itu”, yaitu pribadi RK yang Tuhan berikan kepada kita orang percaya. Kita belajar dari pribadi saul, ketika ketidak taatan itu ada pada diri saul (1 sam 15:3-11), Saul yang awal kepemimpinannya menjadi raja adalah seorang yang penuh dengan Roh Allah, namun di akhiri dengan ketidak taatan yang mengakibatkan Roh Tuhan undur dari pada saul. (1 sam 16:14)  bdg (Wah 2:7) siapa bertelinga hendaklah ia mendengarkan apa yang di katakana RK kepadanya. Dengar-dengaran & taat  adalah suatu ciri umat yang mau di pimpin oleh pribadi RK.
Kesimpulan Gal 3:3 
Dengar-dengaran dan taat adalah ciri seorang Kristen yang mau di pimpin oleh Roh kudus, biarlah kita sebagai pengikut kristus memiliki sikap ini, taat dan dengar-dengaran terhadap pimpinan Roh kudus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar