Meresponi Kerinduan Allah (hosea 12)
Jika saudara mempelajari kitab hosea ini, saudara akan
banyak melihat belas kasihan Allah kepada bangsa israel. bangsa israel yang
selalu menyakiti hati Tuhan yang di gambarkan dengan hubungan pernikahan hosea
dan gomer "Wanita sundal yang di ambil menjadi istri oleh hosea" (Hos
1:2). Dalam pasal 12 ini kembali Allah mengingatkan bangsa israel, akan
dosa-dosa dari nenek moyang mereka. seperti kebohongan, tipu, dan mencari
persekutuan terhadap bangsa-bangsa lain, yang justru membuat mereka jauh dari Tuhan.
Dalam pasal 12 ini kita akan mengetahui maksud dan tujuan Tuhan kepada bangsa
israel. Hosea 12:10: Tetapi
Aku adalah TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir; Aku masih mau membuat engkau
diam kembali di kemah-kemah seperti di hari-hari pertemuan raya. Ini merupakan
kerinduan Allah yang sangat besar terhadap bangsa Israel yang tidak setia. Yaitu
bahwa Allah rindu: 1.Mengumpulkan bangsa Israel. (ay 10)
Allah adalah kasih, saya percaya Allah begitu mengasihi
bangsa ini. Dan kasih Allah yang begitu besar, membuat Allah rindu untuk
mengumpulkan kembali bangsa Israel yang telah terceraiberai oleh karena dosa.
Luk 13:34; Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari
dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk
ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Dalam ayat ini firman Tuhan berkata, bahwa
Allah berkali-kali ingin mengumpulkan umat-umatnya, bukan hanya sekali tapi
berkali-kali. Inilah kasih Tuhan kepada umanya, kasih yang tak terbatas
berkali-kali Ia di sakiti berkali-kali pula Dia melepas pengampunan, bukan
hanya mengampuni tetapi Allah mau memulihkan kita dan Dia mau berdiam dalam
hidup kita. Inilah kerinduan Allah yang begitu besar bagi bangsa Israel, yaitu
mengumpulkan bangsa yang telah menjauh dari Allah. Dan Allah mau berdiam di
tengah-tengah umatnya. Begitu juga dengan kehidupan kita mungin kita telah
menjauh dari Allah, dan Allah rindu untuk membawa kita kembali di dalam pelukan
kasihnya.
2. Tuhan mau, kita menikmati sukacita dalam rumah-Nya.
• Kerinduan
Tuhan selain mengumpulkan kita, Allah juga rindu agar kita bersukacita dalam
rumahNya. Ay 10b: Tetapi Aku adalah
TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir; Aku masih mau membuat engkau diam kembali di kemah-kemah seperti di hari-hari
pertemuan raya. Disini dikatakan seperti pertemua Raya, pertemuan raya
disini mengacu pada hari-hari raya besar bangsa Israel, seperti hari raya Pentakosta,
tahun Yobel dan Pondok Daun-Daunan. Pertemuan-pertemuan raya seperti ini merupakan sukacita besar bagi
bangsa Israel. Ezra 6:22; Lagipula mereka merayakan hari raya Roti
tidak Beragi dengan sukacita, tujuh hari lamanya, karena Tuhan telah membuat
mereka bersukacita; Ia telah memalingkan hati raja negri asyur kepada
mereka, sehingga raja membantu mereka dalam pekerjaan membangun rumah Allah, yakni
Allah israel. Ayat ini dengan jelas mengatakan bahwa dalam perayaan besar, Bangsa Israel merayakanya dengan sukacita, dan selanjutnya di jelaskan
bahwa Allah sendirilah yang menghadirkan
sukacita itu di tengah-tengah umatNya. Begitu juga dengan kita saat ini saya
percaya, ketika kita datang kerumah Tuhan dalam ibadah-ibadah, kita menikmati
sukacita itu, di saat kita memuji dan menyembah Allah, sukacita sorga itu
mengalir di dalam hidup kita.
• Yang menjadi pertanyaannya, Baggaimana kita
meresponi kerinduan Allah?
Dalam hosea 12:7 menjelaskan, Kita harus
berbalik kepada Allah (7a “. Engkau ini harus berbalik kepada Allahmu”)
A.
Berbalik
dal (TL) adalah bertobat.
Kenapa Allah meminta kita untuk bertobat?
1.Dengan bertobat kita dapat berdamai dengan Allah, (im 5:5-6) dan
dalam Yes 59:2 menjelaskan bahwa sesungguhnya dosa-dosa kitalah yang memisahkan
kita dari Allah.
2.Bertobat merupakan salah satu syarat untuk masuk kedalam kerajaan
sorga. Mat 18:3, Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi
seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk kedalam kerajaan sorga. Di dalam kerajaan sorga tidak ada
orang-orang yang berdosa, oleh sebab itu Allah memerintahkan kepada kita agar meninggalkan semua hal, yang tak berkenan
dihadapan Allah dan berbalik melakukan
hal-hal yang menyukakan hati Allah.
3. Sebab orang-orang yang tak bertobab akan menerima penghukuman (
Wah 2:5,16, hos 12:15 dan Rm 2:5) Roma 2:5;Tetapi oleh kekerasan hatimu yang
tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu
mana murka dan hukuman Allah yang adil
akan dinyatakan. Roma 2:5 mengatakan jika kita tidak bertobat, itu sama
halnya kita menimbun murka Allah atas diri kita. Sebab pada masanya Allah akan datang
sebagai hakim, dan meminta pertanggung jawaban, atas setiap perbuatan yang kita
perbuat. Allah tidak ingin kita di hokum karena dosa-dosa kita oleh sebab itu
Allah menyeruhkan agar kita bertobat.
B. Peliharalah kasih setia dan hukum (ay 7b).
1.Peliharalah berarti ada upaya
untuk menjaga dengan baik-baik. Apa yang peluh kita jaga? Pertama: yaitu Kasih
setia, pentingnya sebagai umat-umat Allah kita selalu memiliki kasih, bukan
hanya memiliki tetapi menjaga kasih itu jagan sampai pudar. Kita melihat begitu
banya orang-orang yang tidak perduli dengan sesamanya, perang dimana-mana dan pembunuhan terhadap anak sendiri, bahkan
ada anak yang tega membunuh orang tuanya orang Tuanya. Itu semua karena mereka
telah kehilangan kasih.
2. Peliharalah hukum.
Hukum yang di maksud adalah firman
Allah, pentingnya bagi kita orang percaya
untuk memelihara firman itu. Dan jangan
biarkan iblis mengambil firman itu dari hidup kita, oleh sebab itu kita harus
menyimpan firman itu di dalam hati kita “ Ibr 8:10”. Dalam Maz 119:105 Firman Allah adalah plita, yang menerangi
setiap jalan hidup kita. Jika terang itu tidak di jaga maka hidup kita akan
gelap dan kacau, karena kita hidup tanpa tutunan firman Allah.
c.
Nantikan Allahmu senantiasa (ay 7c)
• Menanti
adalah hal yang membosankan, mungkin sebagian besar kita tidak suka dengan
namanya “menunggu/Menanti”. di perlukan kesabaran dalam menunggu. Terkadang Tuhan
mau melihat kesungguhan kita dalam menantikan kehadiranNya. dalam (KJV)
senantia di artikan terus- menerus, berarti bukan hanya sekali, tetapi berulang
kali.(Wow bosan baget ngk sie, menunggu… apa lagi terus menerus/ berkelanjutan)
Tetapi dalam Yes 40:31 mengatakan Tetapi orang-orang yang menantikan Tuhan
mendapat kekuatan baru mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan
kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu dan mereka berjalan
tidak menjadi lelah. “wow orang yang menantikan
Tuhan akan mendapat kekuatan” yang
menantikan Allah seperti apa yang mendapatkan kekuatan? Jika kita perhatikan
kata senantiasa/ terus-menerus (ay 7c) yang di gunakan adalah kata aktif bukan pasif.
Begitu juga dalam Yes 40:31 “menanti-natikan adalah kata aktif” Itu artinya ada
tindakan, ada usaha yang kita lakukan dalam menunggu, tindakan apa yang kita
lakukan? Tindakan yang kita lakukan adalah memuji dan menyembah Allah. Dan milikilah kerinduan dan hati yang haus untuk
menyembah Allah. (Maz 63:1: ) Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari
Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang
kering dan tandus, tiada berair.
• Mari
kita meresponi kerinduan Allah dengan menanggalkan dosa-dosa kita, dan
senantiasa memelihara kasih setia dan hukum, dan selalu menantikan Tuhan dalam
hadiratNya. Dengan kerinduan & hati yang haus.