Rabu, 16 Desember 2015

Meresponi Kerinduan Allah.

Meresponi Kerinduan Allah (hosea 12)

Jika saudara mempelajari kitab hosea ini, saudara akan banyak melihat belas kasihan Allah kepada bangsa israel. bangsa israel yang selalu menyakiti hati Tuhan yang di gambarkan dengan hubungan pernikahan hosea dan gomer "Wanita sundal yang di ambil menjadi istri oleh hosea" (Hos 1:2). Dalam pasal 12 ini kembali Allah mengingatkan bangsa israel, akan dosa-dosa dari nenek moyang mereka. seperti kebohongan, tipu, dan mencari persekutuan terhadap bangsa-bangsa lain, yang justru membuat mereka jauh dari Tuhan. Dalam pasal 12 ini kita akan mengetahui maksud dan tujuan Tuhan kepada bangsa israel. Hosea 12:10: Tetapi Aku adalah TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir; Aku masih mau membuat engkau diam kembali di kemah-kemah seperti di hari-hari pertemuan raya. Ini merupakan kerinduan Allah yang sangat besar terhadap bangsa Israel yang tidak setia. Yaitu bahwa Allah rindu: 1.Mengumpulkan bangsa Israel. (ay 10)
Allah adalah kasih, saya percaya Allah begitu mengasihi bangsa ini. Dan kasih Allah yang begitu besar, membuat Allah rindu untuk mengumpulkan kembali bangsa Israel yang telah terceraiberai oleh karena dosa. Luk 13:34; Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Dalam ayat ini firman Tuhan berkata, bahwa Allah berkali-kali ingin mengumpulkan umat-umatnya, bukan hanya sekali tapi berkali-kali. Inilah kasih Tuhan kepada umanya, kasih yang tak terbatas berkali-kali Ia di sakiti berkali-kali pula Dia melepas pengampunan, bukan hanya mengampuni tetapi Allah mau memulihkan kita dan Dia mau berdiam dalam hidup kita. Inilah kerinduan Allah yang begitu besar bagi bangsa Israel, yaitu mengumpulkan bangsa yang telah menjauh dari Allah. Dan Allah mau berdiam di tengah-tengah umatnya. Begitu juga dengan kehidupan kita mungin kita telah menjauh dari Allah, dan Allah rindu untuk membawa kita kembali di dalam pelukan kasihnya.
2. Tuhan mau, kita menikmati sukacita dalam rumah-Nya.
       Kerinduan Tuhan selain mengumpulkan kita, Allah juga rindu agar kita bersukacita dalam rumahNya. Ay 10b: Tetapi Aku adalah TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir; Aku masih mau membuat engkau diam kembali di kemah-kemah seperti di hari-hari pertemuan raya. Disini dikatakan seperti pertemua Raya, pertemuan raya disini mengacu pada hari-hari raya besar bangsa Israel, seperti hari raya Pentakosta, tahun Yobel dan Pondok Daun-Daunan. Pertemuan-pertemuan  raya seperti ini merupakan sukacita besar bagi bangsa Israel. Ezra 6:22; Lagipula mereka merayakan hari raya Roti tidak Beragi dengan sukacita, tujuh hari lamanya, karena Tuhan telah membuat mereka bersukacita; Ia telah memalingkan hati raja negri asyur kepada mereka, sehingga raja membantu mereka dalam pekerjaan membangun rumah Allah, yakni Allah israel. Ayat ini dengan jelas mengatakan bahwa  dalam perayaan besar,  Bangsa Israel merayakanya  dengan sukacita, dan selanjutnya di jelaskan bahwa  Allah sendirilah yang menghadirkan sukacita itu di tengah-tengah umatNya. Begitu juga dengan kita saat ini saya percaya, ketika kita datang kerumah Tuhan dalam ibadah-ibadah, kita menikmati sukacita itu, di saat kita memuji dan menyembah Allah, sukacita sorga itu mengalir di dalam hidup kita.
       Yang menjadi pertanyaannya, Baggaimana kita meresponi kerinduan Allah?
Dalam hosea 12:7 menjelaskan, Kita harus berbalik kepada Allah (7a “. Engkau ini harus berbalik kepada Allahmu”)
A.    Berbalik dal (TL) adalah bertobat.
 Kenapa Allah meminta kita untuk bertobat?
1.Dengan bertobat kita dapat berdamai dengan Allah, (im 5:5-6) dan dalam Yes 59:2 menjelaskan bahwa sesungguhnya dosa-dosa kitalah yang memisahkan kita dari Allah.
2.Bertobat merupakan salah satu syarat untuk masuk kedalam kerajaan sorga. Mat 18:3, Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk kedalam kerajaan sorga. Di dalam kerajaan sorga tidak ada orang-orang yang berdosa, oleh sebab itu Allah memerintahkan kepada kita agar  meninggalkan semua hal, yang tak berkenan dihadapan  Allah dan berbalik melakukan hal-hal yang menyukakan hati Allah.
3. Sebab orang-orang yang tak bertobab akan menerima penghukuman ( Wah 2:5,16, hos 12:15 dan Rm 2:5) Roma 2:5;Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka  dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. Roma 2:5 mengatakan jika kita tidak bertobat, itu sama halnya kita menimbun murka Allah atas diri kita. Sebab pada masanya Allah akan datang sebagai hakim, dan meminta pertanggung jawaban, atas setiap perbuatan yang kita perbuat. Allah tidak ingin kita di hokum karena dosa-dosa kita oleh sebab itu Allah menyeruhkan agar kita bertobat.
B. Peliharalah kasih setia dan hukum (ay 7b).
1.Peliharalah berarti ada upaya untuk menjaga dengan baik-baik. Apa yang peluh kita jaga? Pertama: yaitu Kasih setia, pentingnya sebagai umat-umat Allah kita selalu memiliki kasih, bukan hanya memiliki tetapi menjaga kasih itu jagan sampai pudar. Kita melihat begitu banya orang-orang yang tidak perduli dengan sesamanya, perang dimana-mana  dan pembunuhan terhadap anak sendiri, bahkan ada anak yang tega membunuh orang tuanya orang Tuanya. Itu semua karena mereka telah kehilangan kasih.  
2. Peliharalah hukum.
Hukum yang di maksud adalah firman Allah,  pentingnya bagi kita orang percaya untuk memelihara  firman itu. Dan jangan biarkan iblis mengambil firman itu dari hidup kita, oleh sebab itu kita harus menyimpan firman itu di dalam hati kita “ Ibr 8:10”. Dalam  Maz 119:105  Firman Allah adalah plita, yang menerangi setiap jalan hidup kita. Jika terang itu tidak di jaga maka hidup kita akan gelap dan kacau, karena kita hidup tanpa tutunan firman Allah.
c.    Nantikan Allahmu senantiasa (ay 7c)
      Menanti adalah hal yang membosankan, mungkin sebagian besar kita tidak suka dengan namanya “menunggu/Menanti”. di perlukan kesabaran dalam menunggu. Terkadang Tuhan mau melihat kesungguhan kita dalam menantikan kehadiranNya. dalam (KJV) senantia di artikan terus- menerus, berarti bukan hanya sekali, tetapi berulang kali.(Wow bosan baget ngk sie, menunggu… apa lagi terus menerus/ berkelanjutan) Tetapi dalam Yes 40:31 mengatakan Tetapi orang-orang yang menantikan Tuhan mendapat kekuatan baru mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu dan mereka berjalan tidak menjadi lelah. “wow orang yang  menantikan Tuhan akan mendapat kekuatan”  yang menantikan Allah seperti apa yang mendapatkan kekuatan? Jika kita perhatikan kata  senantiasa/ terus-menerus (ay 7c)  yang di gunakan adalah kata aktif bukan pasif. Begitu juga dalam Yes 40:31 “menanti-natikan adalah kata aktif” Itu artinya ada tindakan, ada usaha yang kita lakukan dalam menunggu, tindakan apa yang kita lakukan? Tindakan yang kita lakukan adalah memuji dan menyembah Allah. Dan  milikilah kerinduan dan hati yang haus untuk menyembah Allah. (Maz 63:1: ) Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.
      Mari kita meresponi kerinduan Allah dengan menanggalkan dosa-dosa kita, dan senantiasa memelihara kasih setia dan hukum, dan selalu menantikan Tuhan dalam hadiratNya. Dengan kerinduan & hati yang haus.

By: Ps Haris Tiopan  GBU